She
Cliques
Archives
Previously
Taggie
Credits
Stats |
Freitag, August 27, 2004
everybody thinks you're well
everybody thinks i'm ill watching me fall apart falling under your spell but you're fooling yourself you're fooling yourself cause you say you love me and then you do it again you do it again you say you're sorry and then you do it again you do it again and again and again and again and again Re-Offender - Travis on a lighter note: semua orang lagi pada di Jakarta nih... termasuk salah satu finest bachelor yang baru nyelesein sekolahnya *daaa KV daaa tadi kaget ya saya talipong*... sayang nggak bisa diculik nonton ini bareng... finest bachelor laen udah bakal cabut lagi hari selasa, gue juga belum sempet ketemu, uhuhuhuhuhuhu... bang, culik dia buat nomat ngapah! ^^;v oiya, tadi juga menemukan fakta baru bahwa si dewa cinta juga ngeblog... adudududu kenapa sekarang pada berkeliaran gini sich nekk...?? ;;>_<;; Mittwoch, August 25, 2004
huhuhuhu yayayayaya memang saya ini seringkali keliyatan berkelahi dengan dia yach... padahal sebenarnya dibalik tingkah laku yang abusive, tersimpan kasih sayang yang juga... uhh, abusive... wakakkakakakaka... ^^;v
loyer cap minyak angin ini anaknya sebenernya baek kok... kalao hunting VCD/DVD di Ambassador sama Glodok pasti tanya saya maok titip afa... beberapa VCD Warkop DKI saya juga dia yang kasi supply... ada masa masa di mana kita suka berolahraga tangan dan bersenang senang bersama kumpulan DJ yang sekarang entah kemana... truss, dia juga penggemar fanatik roti abon buatan saya yang katanya tida kalah dibandingkan dengan fire floss nya BreadTalk bukan begitu bapa??*sambil diancem pake piso* last but not least, a day without his phone call would be a drag... padahal isinya nyela nyela abusive juga, wehehehehehehe... selamat ulang taun saplang busuk jelek wekk wekk wekk... semoga gelis gede, panjang umur, murah rejeki, enteng jodo dan sehat selalu, aminnn... sekarang kan suda punya pacar, jadi lebih senang bin marem toch ya... jangan lupa diterapkan itu relationship 101 nya dengan baek dan bener... coba dipraktekkan jurus kebelet pipis, tissue pengganjal dan nasi goreng pakae obat perangsang... cececececece, piiiwiiiitt!! ;p Dienstag, August 24, 2004
triggered by this post
loud rock n' roll and sweet sappy song. Market Review and Insert! foie gras and kerak telor. The Alchemist and Crayon Sinchan. chardonnay and bir pletok. high paced dance music and soothing new age chants. Sleepless in Seattle and Fight Club. bungy jumping and pilates. Basic Financial Management and Bhagavadgita. analyst meeting and rave party. Marlboro Light Menthol and Surya Pro. simple but complex. classy but trashy. clever but silly. calm but temptrous. tough but fragile. harsh but gentle. witty but sensitive. caring but thoughtless. dynamic but sedentary. chic but shabby. playful but serious. careful but reckless. intelligent but shallow. meticulous but clumsy. down-to-earth but dreamy. outgoing but anti-social. all in one body and soul. one thing contradicts another, trying hard to balance each other. like two edged knife, two sides of coin or two poles of magnet. beautifully fucked up. ambiguous, confused, bewildered, perplexed, delusional. thesis, synthesis, anti-thesis. nothing, everything, (anything?). a split identity? multiple personality disorder? i wouldn't be amazed if there's a research that says Gemini has the highest rate of mental disorder -you might want to do a thesis on this, my sweetie shrink- because of the love and hate relationship between our innerself. but hey, we are unique, just like everybody else. it's always good to know that i'm not in this alone and crashed into the right crowds (or madmen... uh, and madwomen?). and worry not, we -Gemini- know how other Gemini function, act and operate by heart. especially when you're stuck with a bunch of them, literally saying. no manuals needed, no chemical x, just a tablespoon of sugar... ^^;v ps : hey, i didn't know you're using us to monitor your money market transaction... what's your favorite function? lemme guess, BTMM UK [GO]
Montag, August 23, 2004
for 27 years i've been trying
to believe and confide in different people i found some of them got closer then others and some wouldn't even bother and then you came around i didn't really know what to call you you didn't know me at all but i was happy to explain i never really knew how to move you so i tried to intrude through the little holes in your veins and i saw you but that's not an invitation that's all i get if this is communication i disconnect i've seen you i know you but i don't know how to connect so i disconnect you always seem to know where to find me and i'm still here behind you in the corner of your eye i'll never really learn how to love you but i know that i love you through the hole in the sky where i see you and that's not an invitation that's all i get if this is communication i disconnect i've seen you i know you but i don't know how to connect so i disconnect well this is an invitation it's not a threat if you want communication that's what you get i'm talking and talking but i don't know how to connect and i hold a record for being patient with your kind of hesitation i need you you want me but i don't know how to connect so i disconnect i disconnect... Communication - The Cardigans berbicara seyogyanya adalah dengan sesama manusia, bukan dengan patung maupun tembok beton... harap diingat baik baik ya... hoiya... teruskan perdjoanganmu bu dirman... hoiya... Sonntag, August 22, 2004
maap ya saia mengucapkannya terlalu cepat satu hari sayangku... uhuhuhu jadi teringat tahun lalu kita merayakannya bertiga ya ibu ibu ;;>_<;;... ya suda semoga cepat besar, murah rejeki, enteng jodo, panjang umur dan sehat selalu ya neng... ini saia berikan kado sebuah kecupan mesra untukmu, sayang... ^^;v
oiya untuk memperingati ultah ibu pimpro mari kita bersama sama menonton pertunjukannya malam ini :
hayo nanti pada datang untuk menyemangati Selpi walaopun dia tiada bermain yaa...! ^^;v Freitag, August 20, 2004
Rick : Last night we said a great many things. You said I was to do the thinking for both of us. Well, I've done a lot of it since then, and it all adds up to one thing: you're getting on that plane with Victor where you belong.
Ilsa : You're saying this only to make me go. Rick : I'm saying it because it's true. Inside of us, we both know you belong with Victor. You're part of his work, the thing that keeps him going. If that plane leaves the ground and you're not with him, you'll regret it. Maybe not today. Maybe not tomorrow, but soon and for the rest of your life. Ilsa : But what about us? Rick : We'll always have Paris. We didn't have, we, we lost it until you came to Casablanca. We got it back last night. Ilsa : When I said I would never leave you. Rick : And you never will. But I've got a job to do, too. Where I'm going, you can't follow. What I've got to do, you can't be any part of. Ilsa, I'm no good at being noble, but it doesn't take much to see that the problems of three little people don't amount to a hill of beans in this crazy world. Someday you'll understand that. Now, now... Here's looking at you, kid. a friend once said that the most romantic love is the unrequitted one. it leaves you with something to keep to yourself. the untouched memories would remain perfect, the way you want to remember it. it should be let alone the way it is without any further pursuit. i partially agree with that. here's looking at you too, kiddo... Mittwoch, August 18, 2004
tubuh mungilnya terbaring tenang, dibalut sehelai kain katun merah muda bercorak Hello Kitty. matanya yang meredup setengah terpejam, sementara bibir mungilnya setengah terbuka. sang bunda duduk terpekur di sisinya, senandung kanak kanak mengalir lirih bagaikan bisikan di telinga malaikat molek itu. ayahandanya berdiri sambil setengah memeluk isterinya, sesekali dikecupnya dahi kedua insan itu sambil sekuat mungkin menahan air matanya.
tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang perempuan, selain menyaksikan anaknya direnggut dari sisinya. perempuan manapun siap menukar nyawanya untuk menggantikan sang anak meregang nyawa. perempuan manapun siap mengganti dirinya untuk membebaskan sang anak dari rasa sakit -sepedih apapun juga-. bagi perempuan, kehilangan anak sama saja kehilangan nyawanya sendiri. nothing else matters in this world, apapun menjadi tak berarti dibanding nyawa sang buah hati. perih sedalam ini, hanya seorang perempuan, hanya seorang ibu yang bisa mengerti. perih sedalam ini, sakitnya tidak akan pernah hilang, sampai kapanpun juga. sore ini Gillian pergi beranjak menuju surga. waktu yang dia habiskan dengan ayah bundanya tidak lebih dari tujuh hari. di satu sisi kamar rawat inap itu masih penuh dengan tumpukan buah tangan dari sahabat dan kerabat yang menyongsong kehadirannya. perlak mungil, popok bayi, dot susu yang bahkan tidak sempat terjamah, harus disisihkan sementara dari pandangan mata agar tidak menambah lara keluarga yang ditinggalkannya. bidadari mungil itu walau hanya terbalut kain tetap terlihat cantik. dia memang cantik, mungkin karena saat lahir sempat terlilit tali pusarnya sendiri. binar bola matanya indah walaupun matanya setengah terpejam. pipinya agak bulat, terpadu dengan bibir tipis mungil yang seakan tersenyum dalam tidur panjangnya. seperti memberi harapan bahwa dia akan bangun kembali dan mengajak ayah bundanya bermain lagi. padahal kemarin Gillian sudah mau minum susu bundanya. masa kritis akibat sempat tidak bernafas saat pertama kali bersentuhan dengan alam, dilaluinya dengan baik dua hari belakangan ini. tapi pemilik semesta berkehendak lain, memintanya kembali ke nirwana untuk menemaniNya lagi. malam ini sebuah misa requiem di St. Carolus dipersembahkan untuknya. Gillian, artinya youthful, senantiasa muda seperti saat terakhir kita mengenangnya. puteri cantik yang terlalu cepat pergi. selamat bobok panjang, sayang. semoga kamu tenang di alam indah nun di sana, yang tak kenal rasa sakit dan derita. buat pasangan muda -kedua kawan saya yang ditinggalkan- semoga kalian diberikan ketabahan yang luar biasa untuk menghadapi cobaan maha berat ini. amin. for what's the use in pressing palms when children fade in mother's arms? You Have Been Loved - George Michael
coba pejamkan kedua matamu
redakan sejenak ledakan di dada temukan yang kau mau dalam keheningan hati dan renungkan tak perlu terburu putuskan renungkan semua yang ada dan jika masih ada tersisa sepotong rasa tersimpan di jiwa maka remukkanlah seluruh tembok angkuh jiwamu, kasihku tolong lenyapkan saja itu remukkan semua yang menghalang karena sesungguhnya diriku pun tak ingin usai tak ingin akhiri semua ini meski mungkin sulit diriku tetap tak ingin usai tak ingin akhiri semua ini maka hiruplah sejenak damai yang coba kuberi agar aku terus bersamamu jangan lagi ada amarah tidakkan kau mengerti bahwa ku tak ingin tak ingin usai Tak Ingin Usai - Tere wah, nggak sangka ya elu bisa bikin lagu sebagus ini, padahal pas SMA tepuk tangan aja faless!! :)) Sonntag, August 15, 2004
wir haben ein sehr gute zeit mit herr Uyuk-uyuk alte-freunden im Puncak diesem wochenende. it's always good to remember the good times we had, eventhough i only shared the joy for 2 years. gute zeiten, schlechte zeiten - gibt so viel zwichen uns zum errinern. there's this bonding between Aachen and Juelich students because of these two institutes connection. but other than those two cities, lots of our friends also moved to other Nord-Rhein Westfallen cities like Dortmund, Koeln, Muenster and Wupperthal.
see when you're a student, you tend to do stupid things that your friends could still remember 10 years from now. like how someone repeatedly made huge dent while slotting VW Golf wheels or stole Mercedes Benz accesories -including F1 mechanic outfit in Hakkinen's time- during their sommerarbeit. or expelled from studentenwohnheim because his Indonesian friends made too much noise. or caught kissing a girl in the middle of weinachtmarkt at Aachener Dom. or skipped his prufung because his current addiction to mIRC *once there was a friend who'd willing to trade ANYTHING to have DSL cable connection, meneer Uyuk-uyuk made him cook and do laundry during my absence... tsk-tsk-tsk, notty notty hubby!*. or came up to a bunch of girls and claimed that he is NOT Brad Pitt by saying 'nein, ich bin Bolli, nicht Brad Pitt!' *d'oh!* for 25 DM. and worst, someone almost killed an insane Morrocan man who kept knocking on his door for two days with a butcher knife *one door became the victim instead of a Morrocan flesh, that decided to move out two weeks after the incident*. there's still thousands of little memories in this small city that was once a home to me. i can still feel the smell and taste of every part of it in the back of my head. eis-cafe, backerei, kneippe, kino, mensa, even klinikum bibilothek -a place where herr Uyuk-uyuk used to study with me tailing his back-. those times were one of the best moments i have in my life. i don't know when we can make a homecoming trip there again -yet he made me envious with his recent visit there- but with Weltmeister Pokal 2006 coming, i still have one and a half year to save up some dough to go there soon. kommen Sie dabei mit uns, Schwester Naila? ;) nein, ich will mich nicht festlegen will mich noch ein stuck bewegen lebe in den tag hinein brauch nicht viel zum uberleben ich wohn' in einem loch doch, ich lebe noch ich bin noch nicht soweit ich brauche zeit meine zeit wird kommen im jahr 2010 wenn wir uns wiedersehen? meine zeit wird kommen im jahr 2010 2010 - Echt updated at 08/16/2004, 09:19 the good weekend is definately over. Indo budget and 2nd quarter GDP are coming up in full throttle. zuruck zur realitaet, leute? *keine panik-keine panik-taatuu taataaa* Donnerstag, August 12, 2004
and she pictures all the places
where she knows she still belongs she smiles the secret smile because she knows exactly how to carry on so run baby run baby run baby run baby run from the old familiar faces and their old familiar ways to the comfort of the strangers slipping out before they say : so long baby loves to run... Run Baby Run - Sheryl Crow it's easier to run than fight your own battle, just like it's easier said than done... c'mon, get it over with! ;) Dienstag, August 10, 2004
measuring a summer day
i only find it slips away to grey the hours, they bring me pain tangerine - tangerine living reflection from a dream; i was her love, she was my queen and now a thousand years between thinking how it used to be does she still remember times like these? to think of us again? and i do Tangerine - Led Zeppelin hwarkadah payah ah pagi pagi denger rock lemes gini bikin pengen pulang & bobok lagi, huhuhuhu... efek efek devastated ditinggal yayang kemaren malem, nih... ;;>_<;; but we had fantabulous time, right dear? jangan lupa pada teman baru kita si Jinro, yach... ini sekaligus kenang-kenangan selama you di sini, biarpun belum semuanya terangkut... terima kasih juga saya ucapkan pada mas Otty yang tabah menghadapi wanita wanita lepas kandang ya... =)) hei aishwarya pasha, talupa saia ada titip pesan sponsoor untuk you... sepertinya agak kontak batin ini karena cocok sekali dengan mood you achir achir ini... jangan lupa sebelum dikonsumsi sediakan Kleenex walaopun saya juga melampirkan penawarnya untuk membuat kaku rahang... konsumsilah dengan dosis yang bijak, nek... ^^;v Sonntag, August 08, 2004
saya mengenalnya delapan tahun yang lalu. dia kakak kelas dua angkatan di atas saya. ketika itu kami sama sama membantu seorang kawan seangkatannya mempersiapkan kampanye pencalonan ketua senat di kampus saya. dia adalah lelaki yang pendiam, seperti sibuk dengan pikirannya sendiri dan terabaikan oleh kawan kawannya. tapi ide idenya cukup brilian dan sering menjadi stimulan dalam pembadaian otak kami.
saya mengenalnya lebih dekat ketika memutuskan bergabung ke sebuah organisasi di kampus saya. dalam 9 jam sesi wawancara -tenang, dipecah 2 hari kok. lagian rekor interview paling tinggi 12 jam, bukan saya yang pegang.- penerimaan anggota baru, dia turut nimbrung menanyai saya bagian bacaan wajib -kalau tidak salah Mimpi Mimpi Mahasiswa Tua nya Soe Hok Gie-. setelah segala masa pendadaran dan evaluasi selesai, saya ditugaskan untuk menjadi PO rapat pertanggung-jawaban akhir yang biasanya digelar di luar kota. dia membantu saya survey beberapa villa bersama tiga kawan lain. cukup melelahkan, pulang pergi Depok - Puncak tujuh kali dalam 3 minggu. tapi kami mulai menikmatinya dengan stopover ke Sate Kadir, Sate Cipanas -lupa namanya, pokoknya ada poster Bung Karno segede anjing edan lah-, poffertjes di Puncak Pass maupun kunjungan singkat ke Bogor sesudahnya. lepas itu, saya kerap nongkrong di markas organisasi itu -basement perpustakaan kampus- bersama dia dan kawan seperjuangan lainnya sampai larut malam (kalau tidak menginap). menulis untuk papan tulisan, mengedit beberapa artikel untuk majalah, kebanyakan dikerjakan sampai jam 9. setelah itu ada sesi curhat, yang entah gimana selalu keluar jam jam segini sampai jam 1. dia, dengan wajah murungnya, selalu punya banyak pertanyaan tentang isi hati suatu makhluk bernama wanita. satu kala dia pernah berkata, wanita adalah makhluk yang menyesatkan perasaan dan pikiran laki laki, kata katanya selalu bersayap -mempunyai maksud tersembunyi- dan laki laki harus bisa menebak artinya seperti cenayang. pernyataannya lantas ditimpali kawan kawan dengan sebuah kalimat singkat yang kasar : 'elunya aja yang goblok, man!' sambil ditimpali tertawa tak berperasaan. tapi pembahasannya tidak lantas berhenti. dari sini meluncur beberapa kuotasi dan pembahasan postulat cinta yang kadang berujung debat (kusir) dan diakhiri dengan kesepakatan untuk tidak sepakat. cinta platonis alias unconditional-love, cinta yang membebaskan -ini pemikiran yang paling saya benci: karena sesungguhnya cinta sangat mengekang, antara lain karena keinginan untuk memiliki yang sangat kuat, tapi marilah kita bahas lain kali- ataupun cinta sintesis-antitesis -salahkan seorang kawan yang setelah minum JD jadi makin puitis ngalah ngalahin filsuf!-. juga teori praktis (yang sesungguhnya tidak praktis) cinta lainnya seperti kasih tak sampai, cinta beda keyakinan, hubungan tanpa ikatan. entah mengapa, ini sempat memicu kami untuk mempunyai ritual bertemu sore hari. berbagi cerita, ide dan curhatan yang kadang dilanjutkan dengan makan nasi goreng di Kukusan Teknik dan obrolan sepanjang jalan menuju rumah saya -kadang kadang saya suka nebeng di Jimny biru nya-. dia banyak curhat mengenai gadis (gadis) yang tak kunjung mampu diraihnya, saya dengan masalah yang dihadapi saat pacaran. hey, let's face it : if marriage is not a final frontier, let alone pacaran gitu loh! hasil diskusi di atas dituangkannya dalam bentuk puisi cinta yang dahsyatnya bukan kepalang. sepertinya kalau dia tidak menulis, kepalanya bisa pecah dan dadanya sesak menahan beban perasaannya. menulis puisi baginya seperti orgasme yang tak berkesudahan, yang penting prosesnya dan hasilnya bagaimana belakangan. demikian parahnya dia dirundung cinta -yang tidak selalu jelas kepada siapa, karena skema pengejaran target (yang entah siapa dan berapa) seperti tak kunjung berhenti- sampai papan tulisan kami diprotes habis habisan. tulisan tulisan mengenai idealisme mahasiswa dan kritik sosial current affair seperti tertelan kegalauan kawan yang satu ini. hei, kehadirannya juga memicu beberapa kawan lain -yang sama sama dipecundangi cinta- untuk meluapkan keresahan hatinya dalam bait bait melankolis dan tulisan tulisan romantis. sialnya, saya juga sempat kena pengaruh laknatnya dengan kontribusi berupa sebuah tulisan mengenai soulmate. well, at least itu yang di published... sampai suatu saat, di tengah Pasca OPT 1997, saya melihatnya dekat dengan seorang anak baru. mereka selalu bersama, dia sering membantu gadis manis itu mengerjakan tugas tugas dari kampus dan senior serta menyesuaikan diri dengan keadaan kampus baru -bahasa lokalnya : NYANGKUL-. saat dia mengenalkan gadis itu kepada saya dengan wajah agak tersipu. saya sempat membisikkan ke telinganya, ' i think she's the one. the next "it" for you,' sambil tersenyum simpul dan dia mengangguk pelan sambil menjawab dengan satu kata : semoga. setelah itu, dia hanya bertemu saya sekali saja, sambil mengatakan betapa gadis itu begitu berharga baginya. dia tenang, manis, cerdas, wawasannya luas dan keibuan. hei, tapi kenapa papan tulisan jadi sepi puisi cinta? lantas fenomena menghilangnya Pujangga Cinta terkamuflase oleh jatuhnya pasar modal dan kollapsnya perekonomian Indonesia menjelang akhir tahun. ditambah adanya regenerasi Dewa Cinta lain dari angkatan saya, kepergiannya jadi seperti tak berbekas. dua minggu lalu sepucuk undangan pernikahan mendarat di meja kerja saya. Pujangga Cinta akhirnya menikahi gadis yang dipacarinya selama 6 tahun ini. gadis yang akhirnya bisa menjadi satu satunya ketua perempuan di organisasi tempat saya dan dia berinteraksi. kami memang masih berhubungan sampai sekarang, dia sudah lebih dari 3 tahun jadi klien saya biarpun sudah dua kali pindah tempat kerja. kami sekarang sama sama jadi budak kapitalisme, bukan lagi budak romantisme. pembicaraan kami melulu masalah pekerjaan, walaupun sebenarnya forum mengenang masa muda masih dilakukan oleh kawan curhat/membadai otak tempo doeloe lepas jam kantor -salah satunya nonton Republik Togog kemarin-. namun yang paling mengecewakan saya adalah saat membaca undangannya, karena cuma ada sebuah saduran reffrain lagu ini. come on, ini sungguh mengecewakan mengingat dia adalah Pujangga Cinta yang pernah lihai meronce kata kata menjadi syair syair penuh makna. kata kawan saya, institusi cinta bisa membekap kreatifitas ketika tujuan utamanya sudah teraih. saya tidak tahu, yang mana yang harus dipersalahkan : cinta atau kapitalisme? updated on 08/09/2004, 10:29 am am rediscovering a writer who i used to look up upon during my college year. despite of his earlier econometrician posts, i find that his writing nowadays is more... uhh, humane? :) Donnerstag, August 05, 2004
menunggu sosok Semar dan Sri Kresna
bagai menunggu garuda beranak singa di dunia nyata yang penuh tipu daya kita tak pernah memiliki keduanya sia sia menanti Semar dan Sri Kresna sebab mereka hanya bayangan belaka yang dicipta agar harapan tidak hampa dan hidup jadi lebih punya makna the long-awaited fresh script has finally arrived. this time, Nano decided to make a fusion out of Moliere's Tartuffe and Sadewa Tumbal of Mahabharata. Republik Togog is a story of King Samiaji of Amartapura who lost his sensibility and take up trust upon Tejamantri, a spy from Gilingwesi -an evil kingdom- who posed as a resi and manage to manipulate the king and Queen Mother Kunthi. Tejamantri's effort is being helped by Btari Durga -who has a hidden agenda of prevailling Sadewa's blood to regain her beauty so that she could win Arjuna back- and Kalika -Durga's helper who bewitched Samiaji's mind- as well as his own assistant, Bilung. as Resi Tejamantri managed to take control over Amartapura, Pandawa becomes restless. Samiaji was persuaded to sacrifice Sadewa's blood to return Amartapura's greatness, hand in Parwita -his step daughter that have a marriage arrangement with her fiancee, Prince Ariadewa of Girikencana- to wed Tejamantri instead, pass on the amulet of Kalimusada -an heirloom of Pandawa- to the devious resi and derive him the crown prince of Amartapura. with the help from Panakawan el Tumaritis (Semar-Gareng-Petruk-Bagong), Limbuk -Pandawa's faithful servant- and Sri Kresna, the rest of Pandawa and Drupadi -Samiaji's wife- managed to bring King Samiaji and Mother Queen Kunthi back to their senses and unveil Tejamantri-Bilung and Durga-Kalika evil plans. *** performed as 103rd Teater Koma's play, i found it a bit below expectation for a few reason. the script-play was good, with lots of great-funny lines/expressions without being (too) cheap and stupid. the plot was a drag and weak, which sometime makes it out of pace. i found that this adaptation is not one of Nano's best piece, since Brecht's Die Dreigroschenoper (aka Opera Ikan Asin) was more neat. the rhythm flow was off-guarded, too fast at one point -which make audience lost a few line from their own laughing- or too slow on another-which is very bad since yawning at such unearthly time could lead to passed out- . at times, i felt like i'm watching ketoprak humor rather than theatre play, maybe because i laughed too much and thinked too little.
one thing that i really dissapointed was the cast-line. i'm expecting -if not Nano himself- Idries Pulungan and Rita Matu Mona to come out and play. they only give niche-part to Salim Bungsu -a personal fave of mine- as Sri Kresna and Sriyatun Arifin as Drupadi. Ratna Riantiarno was playing Kunthi as impeccable as usual, while Sri Dadi Adhipurnomo was surprisingly delightful playing Durga's part with his high-pitched voice that can beat Liza Minelli any day. The Punakawans were really refreshing and Limbuk was such a swell with her vivid articulation. Cornelia Agatha was indeed beautiful but hollow, playing Parwita's part but lost her chemistry with Paulus Simangunsong as Ariadewa. both voices were lack of pitch-control (citing Trie Utami a'la AFI) thus they shouldn't be given too much opera-like part which requires ability to sing with high power. really, Sriyatun could have played Parwita way much better, i still can't get over her Polly Pitchum's performance 6 years ago. but these flaws are acceptable since i think they're doing some regeneration by involving new-batch of players in this presentation. had i not mistaken, one of Riantiarno's second-generation was playing Nakula -he has his mother's nose, that's now i noticed-. on the lighter side, the costume was amazingly lavish, but the setting was too minimalist. the choreography was not special, but the blocking was good, movement from scene-to-scene were swiftly subtle and swell. compared to previous plays, Opera Kecoa is still my all time favorite but this one is not bad at all. it is indeed entertaining, especially if you're watching it with a three-row crowds of friends. also bumped into some unexpected person like for those who missed out, you can always check this out... ;) matahari masih kalah cahayanya dibanding Arjunaku biarlah Durga dimadu asal bisa kuperoleh cintamu itu astagaaaaa... aku dipanggilnya Eyang!!!! * pliss, dehhhh....! - Durga *baca: oleh Arjuna-red Dienstag, August 03, 2004
helpless is indeed the worst feeling in the world. well, besides pennyless, but that's not the point. being helpless makes me feel so.. incompetent, useless. i know, i know, i should have learn something from it and try to accept that not-everything-can-be-fixed dogma. so i'm a control-freak, sue me...
anyway, i'm so head over heels with this guy here *looks a bit like kimu-taku ne, cherry-chan?*. i've been intoxicated by their piece ever since i watched the videoclip on MTV Diyes a few weeks back. it's unbelieavbly subtle, type of song/video-piece that i can immediately relate to. love at first sight (or sound?), i can't really recall. all i know is now i'm hunting this down because when i read the lyrics, i was totally swept away... Sonntag, August 01, 2004
terimakasih sekali loch kaos konser Glastonbury sama Toto nya *arigatou, Ais-kun!! pengobat rindu dari kaos Earth Wind and Fire nya yang belum nyampe2 dari nyonya Sapi nich*... aduh saya sampek terharu berkaca kaca sudah meniatkan diri memakainya dalam waktu dekat ini jeng... sungguh senang bisa bertemu lagi... ini postingan sampai saya takuat kalao harus menahan seminggu jika tida dikeluarkan bisa konstipasi inih adududududu... hayo dikau pasti bangga pada anak muridmu yang suda bisa mengalahkan guru gurunya 4-0 *kecuali Rob, uhu uhu uhu* pertanda tentir billie you maha dahsyat nek... hei kapan kita duktrek duktrek dan maem ikannya jenggg? ^^;v
|