She
Cliques
Archives
Previously
Taggie
Credits
Stats |
Samstag, Juli 31, 2004
Start : 05:33 A.M
Total : 154 erns Winning Rate : 87.4% LQ-45 ; 98.3% total Finish : 23:20 P.M thanks to an impeccable journalist who gave me tip-in-advance *selamat, lagi2 koran lu bikin gue muntah darah pagi ini* newspaper distributor at Tanah Abang, a pack and half of Marlboro Light Menthol, Yeo's Chrysantemum Tea & Pokka Green Tea *no coffee this time, have an upset tummy*, sumptious lunch from Tokio Joe, Enervon C + Advil and Pringles Original picnic-pack. goodnight and have a good weekend! updated at 12:20 AM : kejem banget sih kok dikeluarin lagi abis gue pulang??? ;;>_<;; updated at 10:39 PM : another round of sickening stuff from newspaper... i literally this close to puke on my scanner *blegh*. thank god i was there with a colleague. we had a round of lunch and groceries spree at Club Store. i also reward myself this record and this film to savour tomorrow. i hope nothing come up so that i can really have a good rest. i need it badly before all hell break loose again on Monday... Freitag, Juli 30, 2004
there's a wind that blows in from the north
and it says that loving takes it's course come here come here no i'm not impossible to touch i have never wanted you so much come here come here have i never lay down by your side? baby, let's forget about this pride come here come here well, i'm in no hurry. you don't have to run away this time i know that you're jimmied but it's gonna be all right this time Come Here - Kath Bloom if there's any kind of magic in this world, it must be in the attempt of understanding someone, sharing something. i know, it's almost impossible to succeed, but... who cares, really? the answer must be in the attempt... - Celine Mittwoch, Juli 28, 2004
daydream - delusion
limousine - eyelash oh baby with your pretty face drop a tear in my wineglass look at those big eyes see what you mean to me sweet-cakes and milkshakes (french-fries and Perrier?) i'm delusion angel i'm fantasy parade i want you to know what i think don't want you to guess anymore you have no idea where i came from we have no idea where we're going latched in life like branches in a river flowing downstream caught in the current i'll carry you you'll carry me that's how it could be don't you know me? don't you know me by now? -remeniscing before sunrise moments that we had... Dienstag, Juli 27, 2004
a friend in need, is a friend indeed.
and i thank god that i have you. who stand by me in my times of trouble. who lend your ears for all my sigh. who provide me a shoulder to cry on. who give comforting hugs to console my fear. who share thoughts without being judgemental nor patronizing. who keep me standing tall and won't let me fall. and most of all, who always there and make yourself available, whenever i call out for you. i was swamped with so many things far too long. i lost my ability to think and see them in perspective. you help me put them in sequence and see the big picture. it's like picking up scattered puzzle-pieces and rebuilt them together. i never believe in any self help book, *i think they all full of crap*. but i was very touched when you handed me this book for giving me more insight to face whatever i'm dealing with right now. it's not whether the book helps or not, for i know it took more than a book to solve real problems. it's the thought combined with action. you don't just talk to me, but do something about it. anyone can pity, but you help and that's what counts. talk is cheap. your actions speak louder than words. i learned a lot from you lately, some of them from the hard way. and i'm sorry if i'm being such a nagging burden or too clingy to you. your words are indeed soothing for a troubled mind like mine. and unconditional hands like yours are rarely to be find nowadays. believe me, you are never an empty seat to me. thank you. for being there. always. ps: happy first anniversary, bottoms up! :) Dienstag, Juli 20, 2004
i hate taking prank calls. and to deal with it in the office makes me hate it even more. so don't you dare mess-up with me. i have a fucking caller ID and girl, i can make your life even more miserable. i guess calling you right after you called me gives you a fucking jitters, huh? don't do it again, or i'll track you down and kick your fucking little pinky ass -wait, it means you and your bitchy girlfriend- all the way to Timbuktu.
nowadays, it's sooo easy to get to you, (021) 4280-03** ! *screw you, stupid bitches* Sonntag, Juli 18, 2004
everything changes
everything falls apart can't stop to feel myself losing control but deep in my senses i know how stupid could i be a simpleton could see that you're no good for me but you're the only one i see Stupid - Sarah McLachlan Mittwoch, Juli 14, 2004
1. untuk beberapa waktu saya tidak akan mampir ke tempat kalian maupun ngeblog dari kantor. mau ganti PC nich, dan walaupun sia sia bagi gue membersihkan cookies dan temp file yang bertebaran *habisnya perjalanan browsing saya akan terekam minimal selama 5 tahun, huhuhuhu* gue mau membatasi diri agar tech tech nakal itu tidak mengganggu pantat saya (baca :bug my ass). selain itu gue bakal dikasih login sendiri yang berarti kenakalan gue akan makin termonitor. jadi kegiatan ini akan dilakukan dari rumah, which means limited and slower access. let's see how long i could hold myself, for i am my own worst enemy. :)
2. alamat email saya sudah berganti menjadi ini karena tempat lama suda mau meledug gara2 spam sunggu tida keren belum menaikkan kapasitas imel lagi. jadi untuk alamat surat menyurat harap ke tempat baru ya nek. 3. ini adalah mainan baru saya. aduh senangnya hore hore. ^^;v 4. mari bersama sama menonton pementasan ini. lumayan, skrip baru, kita lihat apakah Nano masih bisa bikin karya yang bagus atau tidak. habis kok pementasannya daur ulang terus kemarin kemarin bukan begitu bapak? 5. permintaan maaf saya untuk beberapa testimonial di sini yang harus saya hapus karena lingkaran pergaulan makin berbahaya. saya mau tak mau harus mengeditnya padahal aduh sayang sekali kalau dibuang. untuk Adhit, Ninit, bintang tujuh, pa Ipan dan beberapa kawan lain, saya sungguh sungguh minta maaf. kalau mau memberikan sepatah kata lain silahkan asal jangan ada kata demikian dan terimakasih Donnerstag, Juli 08, 2004
de, gue nikah bulan depan...
dua minggu lalu, sebuah nomor yang tidak dikenal muncul di layar display handphone saya. si penelepon, yang suaranya sungguh familiar di telinga, sempat bermain main dengan saya karena enggan menyebutkan jati dirinya. setelah hampir 15 menit berbicara dengannya sambil makan malam dengan rasa rikuh -karena sedang menjamu seorang kolega dari KL- baru saya bisa menebak siapa dirinya. dia, seseorang yang pernah sangat dekat dengan saya. awalnya cukup melelahkan. selain jam masuk kelas kami berbeda setelah kenaikan kelas, si cantik itu memang sulit sekali ditaklukkan. dia memang tidak hanya cantik, tapi juga pintar, berprestasi dan berbakat. bersuara indah, pintar menari, mahir memainkan setidaknya 3 alat musik dan jago basket. untuk menginjakkan kaki ke rumahnya, butuh pendekatan intens minimal 3 bulan. itupun masih harus bersaing dengan pejantan unggul lain, termasuk beberapa taruna AU yang juga menaruh hati padanya. setelah 2 tahun baru sahabat saya itu berhasil mendapatkannya. saya bahagia untuk mereka, walaupun terkadang miris melihat perlakuan si cantik yang terbilang dingin pada orang yang telah resmi menjadi kekasihnya. 'biasalah, namanya juga pertama kali pacaran. masih canggung kali,' saya selalu berkata demikian pada sahabat saya sewaktu dia mengeluh saat si gadis enggan diantar pulang olehnya. atau saat si gadis malas malasan menemuinya dan meninggalkan dia sendirian menonton TV di ruang tamu. atau saat si gadis menolak diajak menonton 'The Bodyguard', 'Sleepless in Seattle' maupun 'Speed' di akhir minggu. hubungan mereka berakhir menjelang semester akhir kami duduk di SMA. capek, keluhnya. aku ingin juga dihargai dan diperlakukan dengan baik, layaknya pasangan satu dan lainnya, lanjutnya lagi. tapi dia tidak pernah menyesal. karena dia telah berbuat yang terbaik, mengejar dengan cara terbaik -termasuk membawakan kompor saat praktik memasak di kelas Keterampilan-, mendapatkan impiannya walaupun tidak lebih dari lima purnama. dan kami tetap berkawan rapat. sampai suatu hari seorang sahabat lain -satu dari 7 orang lelaki itu- bahwa dia merasa telah membuang waktu mengejar sang bidadari, sementara ada orang yang nyata selalu ada di sisinya. saya. reaksi saya saat itu hanya menyeringai lebar, dan berkata 'bukankah itu gunanya sahabat?'. saya juga berpikir, apa gunanya menjadi second-best, second-choice, ban serep, something you're settled for just because you could not get what you want, hanya karena saya menyediakan telinga saya untuknya. namun sikapnya mulai berubah kepada saya. bercandanya tidak lagi terlalu kasar. dia mulai jarang menjitak kepala saya, menggantikannya dengan elusan ringan. dia pun pernah meminta maaf pada ibu saya, lantaran suatu kali pernah berteriak memanggil saya 'iteeeeeeeem!!' dari separuh lapangan basket dan menggema di seluruh sekolah, pada saat pembagian raport terakhir. lalu kami dipisahkan oleh jarak. dia harus belajar ke Bandung, sementara saya tetap di Jakarta. 'nggak tau gimana gue mesti ngadepin lingkungan baru, sementara elo nggak ada bareng gue,' cetusnya. bulan bulan pertama perkuliahan terasa begitu berat. saya dengan OPT dan Pasca OPT, dia dengan OSPEK dan Mabim. namun setidaknya 2 minggu sekali dia mencoba menelpon saya. setiap kali dia pulang ke Jakarta, dia selalu ke rumah. untaian kata dari surat suratnya juga sering singgah di meja saya, walaupun saya tahu dia tak pandai merangkai kata. 'hallo, de... kamu lagi ngapain di sana? gue lagi bingung nih sekarang.lagi dihadapi sama dua pilihan berat antara memilih mandi atau tidak mandi. musim hujan memang keparat, bikin males dan cucian enggak kering. tapi seperti biasa, setan selalu menang. gue memilih untuk tidak mandi dan tidur lagi. kalau mood bagus, bolehlah kuliah siang. tapi kalo ujan, apa boleh buat?'adalah satu yang terus terkenang sampai sekarang. sayapun sering mencuri waktu menulis satu dua lembar surat saat dosen memberikan kuliah, lantas mengirimkannya lewat kantor pos di kampus. kami terus saling memberi semangat. dia sempat mengirimkan stiker himpunan mesin untuk saya jaga baik baik -sampai sekarang mungkin masih ada di binder-note saya-. 'beli stiker itu, pengorbanannya nggak cuma darah sama air mata, de!' begitu katanya sambil memamerkan jaket himpunannya saat berkunjung ke rumah saya, segera setelah mabim usai. beberapa bekas luka masih terlihat di kulitnya, mengingatkan saya pada bilur bilur di tubuhnya ketika menemuinya pada suatu minggu setelah mabim. dia menyempatkan diri untuk datang ke JGTC pertama saya. saya pun pergi ke Bandung waktu Pasar Seni ITB digelar. saya masih ingat, waktu itu saya nekat berangkat dengan kakak kakak baru saya di kampus. kami pergi berlima, semuanya laki laki. dan saya hampir menangis putus asa saat tidak bisa menemukannya, di kampus seluas itu, dengan ribuan manusia yang hiruk pikuk di dalamnya. salah satu kakak yang menemani saya mencarinya berkata, 'kita coba cari, de.. tapi jam 5 sore, kita udah harus pulang yah..' menemukannya di tengah lautan manusia adalah keajaiban buat saya. saat itu adalah kali pertama dia memeluk saya, di tengah gerimis yang menyembunyikan air mata saya. dan saya merasakan badannya yang hangat karena demam saat dia bergumam lirih 'gue udah dua hari nggak pulang, bantuin nyiapin ini,'. nasib hanya mempertemukan kami selama 15 menit, di detik detik terakhir saya harus kembali ke Jakarta.
hari hari selanjutnya adalah siksaan bagi kami. yang menghindar dari perasaan lebih dari sekedar kawan. yang tidak mau menghancurkan persahabatan ketimbang setitik fatamorgana berkedok cinta. selalu ada keraguan ketika kami mau bicara jujur tentang perasaan yang ada. dan saya -seperti biasa- memilih lari dan mencari pelabuhan hati yang lebih aman untuk ditaklukkan. 5 bulan kemudian, saya jatuh cinta pada seorang kawan sekampus. segalanya berjalan cepat dan intens, tidak sampai sebulan kami sudah menjadi pasangan. setelah itu, dia hanya mampir ke rumah saya satu kali. suratnya tak pernah datang lagi. tapi setidaknya dia menelpon saya sesekali, dan ucapan selamat ulang tahunnya tak pernah absen. enam tahun yang lalu, saya kembali main ke Bandung. dia menjemput saya untuk makan siang dari kost teman di Ciumbuleuit. dia baru saja bercerita bahwa sudah 6 bulan ini pacaran dengan adik kelasnya, sambil menunjukkan fotonya. cantik. seleranya untuk perempuan memang baik sekali. saya menarik nafas sambil berkata, 'enam bulan lagi gue mau nikah, doain gue ya..'. dia terdiam cukup lama, lalu bertanya siapakah laki laki yang (tidak) beruntung itu. saya ceritakan tentang calon suami saya padanya, alasan mengapa saya mau mengatakan 'ya' pada pernikahan yang terkesan mendadak ini. dia bertanya sekali lagi 'kamu yakin? sungguh sungguh yakin?' dan saya mengangguk. saya terharu ketika dia memberikan doanya pada saya, bahwa dia berharap siapapun yang menikahi saya mampu menjaga saya dengan baik. dia juga menepati janjinya untuk datang di pernikahan saya dan sempat berbisik waktu memberikan salam di pelaminan 'lu cakep juga pake baju jawa... kalo kagak pake konde, gue peluk luh..' sambil tertawa nakal. hari minggu kemarin giliran saya dan ibu saya yang dikagetkan dengan kehadirannya yang tiba tiba mengantar undangan. 'de, gue mau nikah.. kalo sempet, dateng ya.. kalo nggak, tolong doanya buat kita...' katanya seraya mengulurkan undangan dengan foto mereka. hei, ini bukan gadis yang waktu itu. tapi lagi lagi, pilihannya memang selalu cantik. saya bersama suami akan ke Bandung akhir minggu ini untuknya. dan saya bahagia, akhirnya dia menemukan bidadari hatinya. semoga kali ini untuk selamanya. updated at 07/11/04, 18:34 kini tiba saatnya kau temukan permata hatimu bahagia kuucapkan untukmu selalu Langkah - Shelomita have you ever felt so happy for someone, it makes you burst into tears? oiya, peringatan pemerintah : kalau mau ke Bandung seyogyanya melakukan pemesanan hotel terlebih dahulu dan untuk musim liburan jangan dilakukan sehari sebelumnya karena merupakan HIL yang MUSTAHAL. huhuhuhu... Mittwoch, Juli 07, 2004
nanimo nai koto ga
futari dake no shiawase datta dareyori mo fukaku kokoro made oborete ima mo kono basho de kimi dake wo mitsumete nido to modoranai yume naraba kowashite wasurerarenakute mou ichido aitai Tsuki no Uta - Gackt Montag, Juli 05, 2004
21:28:36
still stuck in the office, fixing some stuff for election tally that begin to come in from 7 pm. this is what 'on-cell' means, you should be available and reachable at all times including in the middle of watching 'The Punisher' with your spouse. again, i'm not working for newspaper nor TV, let alone magazine. well we have the last two, but then again... i need a drink. 23:27:40 time to go home. darn, haven't eat anything. still have to monitor press con at 12 midnite *i wonder if it's meant for dracula rather than... you know what, forget it!* lucky i have a very understanding husband. and i mean : very. anyway, thanks to you guys who had keep me amused during those time. updating every 30 minutes can be boring, especially during national holiday. Freitag, Juli 02, 2004
wahooooo!! it's all good!! go and watch it guys, very good sequel and in sync with the first one. character, storyline, plots, details, *again* it's all good and i have nothing to complain. there's also a usual cameo appearence by Stan Lee *just like any other Marvel's stuff* so keep your eyes open. not to mention there's a glitch of our tv, on the desk of Daily Bugles' chief editor. heck, i'm one of a proud employee! *big-big-grin* i wonder how much we pay for such promotional thing. but then again it's in New York, so why shouldn't the mayor be involved?
Harry Osborn DOES look good, agree? i mean, he really is... beautiful... *blushed*. do i look like i'm having a crush on him? *giggle-giggle* anyway, one thing this film lack of is Mary Jane's wet t-shirt parade. gosh, i can't get over the wet pink shirt she was wearing on the first movie *o nipples, where art thou??*. i know, i'm a girl. so imagine how deadly the effect is to all the fan-boys out there!*nose-bleed* now all i need to do is get The Punisher before Catwoman and Elektra *yeah, i have a thing for his girlfriend* arrive... |